Dorong Sanitasi Layak, Anggota DPRD Mura Olivia Wiswanti Desak Pemerataan Pembangunan MCK

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E.

KaltengPress.com, Puruk Cahu – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E., menegaskan bahwa tolok ukur kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya dilihat dari megahnya gedung-gedung pemerintahan. Pada Sabtu (18/5/2026), legislator ini secara lantang menyuarakan pentingnya pemenuhan hak dasar warga melalui pemerataan fasilitas sanitasi yang layak dan sehat di seluruh pelosok wilayah.

Olivia mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk meluaskan peta pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum agar tidak lagi berpusat di wilayah perkotaan saja. Srikandi DPRD ini meminta agar program tersebut disebarluaskan secara masif hingga menyentuh level RT/RW, kelurahan, kecamatan, sampai ke desa-desa terpencil yang selama ini minim akses sanitasi.

Selain kawasan permukiman padat penduduk, Olivia juga membidik titik-titik krusial di ruang publik yang kerap luput dari perhatian, seperti terminal ojek dan kawasan objek wisata lokal. Lokasi-lokasi tersebut dinilai sebagai urat nadi interaksi sosial masyarakat sekaligus menjadi gerbang utama wajah daerah bagi para pendatang atau wisatawan luar.

“Tempat-tempat ini menjadi simpul interaksi masyarakat dan wisatawan. Jika sanitasi tidak terjaga, dampaknya langsung terasa pada kesehatan publik dan citra daerah kita,” tegas Olivia Wiswanti dalam pernyataan kritisnya.

Politisi perempuan ini menambahkan, keberadaan fasilitas MCK yang bersih, higienis, dan terawat di area publik secara tidak langsung akan menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Ketika wisatawan merasa nyaman dengan fasilitas dasar yang disediakan, sektor pariwisata daerah otomatis akan ikut terdongkrak naik.

Di akhir penyampaiannya, Olivia mendorong agar program sanitasi berbasis lingkungan ini segera diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan jangka panjang daerah dengan tata kelola anggaran yang transparan. Ia juga memberikan catatan kritis agar pemda melibatkan masyarakat secara aktif dalam merawat fasilitas tersebut, sehingga infrastruktur yang dibangun dari uang rakyat tidak berakhir menjadi monumen terbengkalai.(*)

Pos terkait