KaltengPress.Com, Puruk Cahu – Ajang Apresiasi Bunda PAUD se-Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berlangsung tiga hari, 26-28 September, tidak hanya fokus pada penghargaan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi dalam pengembangan PAUD. Sorotan utama tertuju pada pesan yang disampaikan oleh Bunda PAUD Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengenai hakikat tugas mulia ini.
Aisyah Thisia Agustiar Sabran menekankan bahwa peran sebagai Bunda PAUD adalah sebuah tugas sukarela yang harus dilandasi oleh cinta dan kasih sayang yang tulus kepada anak-anak. Ia memandang Bunda PAUD sebagai sosok penggerak masyarakat yang vital dalam menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Pesan ini selaras dengan penegasan Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, yang menyebut peran Bunda PAUD sangat menentukan dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Kompaknya pandangan ini menunjukkan adanya dukungan politik dan moral yang kuat dari level tertinggi provinsi untuk sektor PAUD.
Menyadari pentingnya pemerataan kualitas, Aisyah Thisia Agustiar Sabran secara khusus mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat desa untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi. Menurutnya, kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk mengatasi tantangan geografis dan memastikan layanan PAUD bermutu dapat dijangkau oleh semua anak di Kalteng.
“Mari tingkatkan koordinasi dan sinergi dalam pengembangan PAUD. Saya selalu mendukung upaya membangun PAUD bermutu di Kalimantan Tengah,” katanya. Dukungan penuh ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para Bunda PAUD yang berada di garis terdepan pendidikan, khususnya di desa-desa seperti Desa Olung Hanangan dari Murung Raya yang berhasil meraih Juara Harapan II.
Melalui kegiatan Apresiasi Bunda PAUD ini, harapan besar disampaikan agar dapat menumbuhkan semangat baru yang kuat, dari tingkat provinsi hingga desa, untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan PAUD di seluruh pelosok Kalimantan Tengah. Komitmen berbasis kasih sayang ini menjadi jaminan bagi masa depan pendidikan anak usia dini yang lebih cerah.(*)
