KaltengPress.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya merumuskan strategi pengendalian harga bahan pokok melalui Rakor virtual bersama pemerintah pusat pada Rabu (4/2/2026). Rakor ini menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia dalam menghadapi potensi inflasi jelang Ramadan.
Pj Sekda Mura, Sarwo Mintarjo, yang mengikuti kegiatan dari Aula A Setda Mura, menyatakan bahwa Pemkab siap menjalankan mandat pengamanan pangan. Strategi yang disiapkan mencakup pemantauan harga secara berkala dan memastikan kelancaran rantai pasok dari produsen hingga ke konsumen akhir di Murung Raya.
Dalam pemaparan materi Rakor 4 Februari 2026 tersebut, ditekankan bahwa ketahanan pangan nasional memerlukan kontribusi aktif dari setiap daerah. Pemkab Mura merespons hal ini dengan memperkuat koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, dan instansi terkait lainnya.
Ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026 menjadi modal penting bagi Pemkab Mura dalam menjaga psikologi pasar. Dengan kepastian stok beras dan daging yang mencukupi secara nasional, Pemkab dapat meredam kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan barang pokok.
Realisasi penyaluran bantuan pangan periode sebelumnya yang mencapai 99 persen secara nasional menjadi standar kinerja yang ingin dipertahankan oleh Pemkab Mura. Akurasi data penerima bantuan di tingkat desa akan terus diperbarui agar distribusi bantuan tahun 2026 berjalan lebih efektif.
Langkah koordinasi pada Rabu (4/2/2026) ini diharapkan membuahkan hasil berupa stabilitas harga di pasar-pasar lokal. Pemkab Murung Raya berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan ekonomi keluarga selama hari besar keagamaan.(*)





