DPRD Murung Raya: Jangan Sampai Niat Baik Keselamatan Lalu Lintas Berujung Penderitaan Banjir

KaltengPress.Com, Puruk Cahu – Protes warga di Jalan Ahmad Yani, Muara Pulou basan, Puruk Cahu, yang memuncak dengan aksi pembongkaran median pembatas jalan pada Jumat (4/10/2025), menjadi sorotan tajam di Kabupaten Murung Raya. Median yang dibangun untuk menekan angka kecelakaan justru memicu bencana banjir lokal setelah saluran drainase tersumbat, menyebabkan air meluap dan memasuki rumah-rumah penduduk.

​Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Komisi III Fraksi Gerindra, Sutrisno, angkat bicara menanggapi insiden tersebut. Ia menyampaikan apresiasi terhadap niat baik pemerintah daerah yang berupaya meningkatkan keselamatan lalu lintas pasca-tabrakan maut. Namun, ia menyesalkan bahwa pelaksanaan teknis proyek menunjukkan ketidakcermatan fatal dalam mengintegrasikan proyek dengan sistem drainase kota yang sudah ada.

​Sutrisno menegaskan posisinya sebagai anggota Komisi III yang berfokus pada infrastruktur. Ia memandang masalah banjir ini sebagai indikasi kuat bahwa proyek fisik yang menyentuh ruang publik dilaksanakan tanpa analisis dampak lingkungan dan kondisi lapangan yang memadai. “Pembangunan itu seharusnya mempertimbangkan juga aspek drainase kota. Kalau saluran air tidak disesuaikan, justru air meluap dan merugikan warga,” ujarnya.

​Argumen Konstruktif Tambahan: Sutrisno menggarisbawahi perlunya mekanisme feedback dan pelaporan insiden infrastruktur yang mudah diakses oleh masyarakat. Ia mengusulkan pembuatan aplikasi atau hotline khusus yang memungkinkan warga segera melaporkan masalah seperti banjir atau sumbatan drainase yang diakibatkan oleh pembangunan. Data laporan ini, katanya, harus diolah secara cepat oleh dinas teknis untuk tindakan korektif segera, menjadikan masyarakat sebagai mitra pengawasan aktif.

​Selain masalah teknis, Sutrisno juga menyoroti perlunya peningkatan komunikasi publik. Aksi pembongkaran oleh warga menunjukkan bahwa masyarakat tidak dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan, padahal kebijakan tersebut berdampak langsung pada kehidupan mereka. Ia mendesak pemerintah untuk lebih proaktif dalam sosialisasi dan dialog sebelum implementasi proyek.

Baca Juga  DPRD Mura Ingatkan Kades Hindari Penyelewengan Dana Desa

​Sebagai tindak lanjut, Sutrisno mendorong Pemda untuk segera melakukan audit desain teknis proyek di Jalan Ahmad Yani, memastikan proyek itu memenuhi standar kelayakan. “Jangan sampai niat baik seperti keselamatan lalu lintas justru menimbulkan penderitaan lain karena banjir,” pungkasnya, sembari memastikan DPRD akan segera menggelar rapat komisi dan berkoordinasi dengan dinas teknis untuk mencari solusi konstruktif bagi semua pihak.(*)

Pos terkait